Ciri- Ciri Kalimat
Efektif
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata
yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah
satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara
lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik
turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir.
Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf capital
dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat
informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!)
untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam
resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah
predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu
bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa
dengan kalimat.
Kalimat efektif adalah kalimat yang
bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja,
tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya
khayal pada diri pembaca.
Ciri Ciri Kalimat Efektif
1. Kesepadanan
Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran
(gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini
diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
Contoh salah: Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.
Contoh Benar: Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.
Contoh salah: Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.
Contoh Benar: Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.
2. Kehematan
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu.
Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan
maksud kalimat.
Contoh salah: Si Ucok membeli susu di alfamart karena di Indomaret tidak ada susu
Contoh Benar: Si Ucok membeli susu di alfamart karena tidak ada di Indomaret
Contoh salah: Si Ucok membeli susu di alfamart karena di Indomaret tidak ada susu
Contoh Benar: Si Ucok membeli susu di alfamart karena tidak ada di Indomaret
3. Kesejajaran
Memiliki kesamaan bentukan/ imbuhan. Jika bagian kalimat itu
memnggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus
menggunakan di- pula.
Contoh salah: Mukidi membuat pion dengn pembubutannya
Contoh Benar: Mukidi membuat pion catur dengan pembubutannya
Contoh salah: Mukidi membuat pion dengn pembubutannya
Contoh Benar: Mukidi membuat pion catur dengan pembubutannya
4.
Ketegasan
Tidak selamanya
subjek harus diletakkan di awal kalimat, namun memang peletakan subjek
seharusnya selalu mendahului predikat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus
tertentu, kalian bisa saja meletakkan keterangan di awal kalimat untuk memberi
efek penegasan. Ini agar pembaca dapat langsung mengerti gagasan utama dari kalimat
tersebut. Penegasan kalimat seperti ini biasanya dijumpai pada jenis kalimat
perintah, larangan, ataupun anjuran yang umumnya diikuti partikel lah atau pun.
Contoh salah: Bernyanyi di
tribun ini untuk member semangat.
Contoh Benar: Bernyanyilah di tribun ini untuk member semangat.(menggunakan lah)
Contoh Benar: Bernyanyilah di tribun ini untuk member semangat.(menggunakan lah)
5.
KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan
unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh salah: Para hadirin dan
hadirot saya persilahkan
Contoh Benar: Para hadirin dipersilahkan
Contoh Benar: Para hadirin dipersilahkan
6.
Kecermatan
Kecermatan adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan
tafsir ganda, dan tepat dalam pilihan kata.
Contoh salah: Suporter dari klub bola yang terkenal kompak itu melakukan boikot pertandingan
Contoh Benar: Suporter klub bola yang terkenal kompak itu melakukan boikot pertandingan
Contoh salah: Suporter dari klub bola yang terkenal kompak itu melakukan boikot pertandingan
Contoh Benar: Suporter klub bola yang terkenal kompak itu melakukan boikot pertandingan
7.
Kepaduan
Yang dimaksud kepaduan di sini ialah kepaduan pernyataan
dalam suatu kalimat sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak
mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Karena itu, hindari kalimat
yang panjang dan bertele-tele.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen +
verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau
tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh salah: Para
hadirin yang terhormat saya persilahkan maju
Contoh Benar: Para hadirin yang terhormat waktu dan tempat saya persilahkan
1. Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.Contoh Benar: Para hadirin yang terhormat waktu dan tempat saya persilahkan
2. Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.
Berikut contohnya :
Contoh paragraf deduktif :
a. Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman"
b. KOTA – Jarang ada pasar tradisional yang menyediakan layanan kesehatan seperti pasar Songgolangit Ponorogo. Dinamakan pos kesehatan pasar alias poskespas karena ditujukan melayani pedagang dan pembeli. Tingkat kunjungan pasien mencapai 20 orang perhari kendati letak poskespas itu terpencil di dekat area parkir. “Letakya nyelempit, kalau orang baru pasti bingung mencari, ungkap karmini, salah seorang pedagang yang menjadi pasien setia poskespas Pasar Songgolangit, kemarin (16/8).
Contoh paragraf induktif :
Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.
HA☺HA