1.1 Latar Belakang
Dalam perkembangan industri alat utama sistem persenjataan atau alutsista, mungkin Indonesia tertinggal dibanding negara maju lainnya. Dalam data yang disusun Global Firepower (GFP) 2018, kekuatan militer Indonesia berada diurutan ke-15 dunia di bawah Brasil dan setingkat di atas Israel. Indikator tersebut tentunya tidak meliputi alutsistanya saja, melainkan banyak faktor lain yaitu jumlah personil, anggaran, utang negara dll. Dalam waktu dekat ini negara akan mendatangkan berbagai alutsista dari luar negeri seperti yang dijanjikan pemerintah bahwa 2019 Indonesia akan masuk jajaran 10 besar kekuatan alutsista terbesar dan termodern.
Tentunya kita tidak boleh tergantung pada produk produk luar negeri, dalam hal ini peran PT. Pindad selaku BUMN yang sudah berpengalaman dalam bidang alutsista harus terus berinovasi dalam mengembangkan senjata.
Senjata yang dibuat oleh PT. Pindad adalah jenis AK-47, saat ini produksi senjata tersebut berkurang dikarenakan keterbatasan alat yang dinilai sudah kurang efisien sehingga memperlambat proses produksi.
Melalui kerja praktek, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan teori-teori ilmiah yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan untuk kemudian dapat dianalisa dan memecahkan masalah kurang nya produksi seiring banyak nya permintaan, dan membantu produksi alutsista Indonesia, serta memperoleh pengalaman yang berguna dalam mewujudkan pola kerja yang akan dihadapi nantinya setelah mahasiswa menyelesaikan studinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar